Posted by: Admin | April 26, 2012

Renungan: Rahasia Umur SAPI, MONYET, ANJING dan MANUSIA


(ilustrasi, bukan cerita sebenarnya)

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Beliau berkata kepada
sang sapi “Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi
ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang
hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.” Sang Sapi keberatan
“Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun
cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun.” Maka setujulah
Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. “Hai monyet, hiburlah
manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!” Sang monyet menjawab “What?
Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah.
Kukembalikan 10 tahun padamu” Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. “Apa yang harus kau lakukan
adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!” Sang
anjing menolak : “Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No
way.! Kukembalikan 10 tahun padamu”. Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: “Tugasmu
adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!” Sang
manusia keberatan, katanya “Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu
terlalu pendek Tuhan. Let’s make a deal. Karena sapi mengembalikan 30
tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet
mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu
padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.
Setuju ?” Maka setujulah Tuhan.

AKIBATNYA…………………………

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita
makan, tidur dan bersenang-senang) Coba kita inget2 lagi ketika
Balita, Semua keinginan kita akan dikabulkan oleh orang tua kita.
Demikan juga ketika kita sekolah sampai kuliah, hampir setiap hari
kita bermain, belajar, bersenang2, tidur, bersenang senang lg. Sampai
kita umur 25 thn udah mulai mencari nafkah sendiri. 30 tahun
berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita harus
bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita) P7 (Pergi
Pagi Pulang Petang penghasilan pas pasan). 10 tahun kemudian kita
menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai
monyet yang menghibur. Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah,
duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat……
atau ketika anak kita mau berliburan dengan istri dan keluarganya,
maka anda sebagai seorang kakek diminta untuk jaga rumah, betul tidak?

Nah Bagaimana kalau kita ingin seumur hidup kita (sampai mati) cuma
makan, tidur, dan bersenang2, makan, tidur, dan bersenang2 lagi
setiap hari, bebas waktu dan pikiran ?

Moch Ghozali


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: