Posted by: Admin | February 24, 2012

Bagaimana Menjadi Bahagia?


Yoel 2:23
Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 53; Kisah Para Rasul 25; Imamat 16-17

Banyak orang terbiasa bekerja, pergi berlibur dan memiliki uang – tapi mereka tidak bahagia. Sementara itu orang lain kelihatannya benar-benar bahagia, meskipun miskin, tidak punya pekerjaan atau dikelilingi berbagai masalah. Mengapa?

Profesor Mihaly Csikszentmihalyi, dari Universitas Chicago, telah mewawacarai ribuan orang yang memiliki kehidupan yang bahagia, untuk mencari tahu apa rahasianya. “Banyak orang merasa bahwa waktu yang mereka habiskan di tempat kerja adalah sia-sia. Tapi sering waktu luang mereka juga disia-siakan dengan melakukan hal yang pasif – nonton acara TV yang tidak bermutu, misalnya. Akibatnya, kehidupan dilewatkan dengan serangkaian pengalaman-pengalaman yang membosankan.

Ia menemukan bahwa orang merasa bahagia ketika masuk pada kondisi yang ia sebut “aliran”. Ketika seseorang seperti terserap masuk dalam sebuah pekerjaan, yang terdefinisikan dengan baik dan menantang, mereka mengalami “aliran” – suatu keadaan di mana mereka tidak merasakan waktu berjalan. Tidaklah begitu penting apa pekerjaan itu, yang lebih penting adalah melakukan sesuatu, merasa positif dengannya dan mencoba melakukannya dengan lebih baik. Orang yang tidak bahagia bisa belajar bagaimana menjadi bahagia, jika mereka secara terus-menerus masuk dalam kondisi “aliran”, kata si profesor.

Lantas bagaimana pandangan Alkitab? Filipi 3:1, 4:4 menuliskan bersukacitalah dalam Tuhan. Jika menurut si profesor orang yang tidak bahagia bisa belajar bagaimana menjadi bahagia, dengan cara secara terus-menerus masuk dalam kondisi “aliran”, maka menurut Alkitab “aliran” itu berarti terus-menerus berada “di dalam Tuhan”. Apakah kebahagiaan semudah itu? Ya. Tinggallah di dalam Tuhan, dan sukacita senantiasa menyertai Anda!

Sukacita dapat Anda miliki ketika Anda tinggal di dalam-Nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: