Posted by: Admin | December 29, 2011

“Renungan: kesuksesan atau ketaatan”” Tetapi Tuhan…


“Renungan: kesuksesan atau ketaatan”” Tetapi Tuhan…

Posted: 28 Dec 2011 05:00 AM PST

Kejadian 39:12
Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

Bagaimana jika seandainya Yusuf menyerah pada godaan istri Potifar? (Kejadian 39). Bayangkan bahwa sebenarnya ia dapat membenarkan dosanya. “Tapi Tuhan, Engkau tentu tak ingin saya tidak bahagia, dan Engkau tahu betapa kesepiannya saya di sini. Lagi pula, saya pikir saya sungguh mencintainya.”

Bagaimana jika seandainya Abram tidak taat saat Allah menyuruhnya meninggalkan Ur dan pergi ke daerah yang tak dikenal? (Kejadian 12). Bagaimana jika seandainya ia berkata, “Tapi Tuhan, saya sudah mantap di sini. Saya tidak dapat mengambil risiko untuk sebuah masa depan yang tak pasti. Saya harus menjaga Sarai. Saya tidak mau pergi.”

Terpujilah Allah karena Yusuf dan Abram melakukan hal yang benar. Yusuf kabur dari godaan; ia lari dari dosa. Abram meninggalkan Ur; berkelana dengan penuh ketaatan.

Dalam hidup, kita menghadapi dua macam pilihan. Kadang godaan muncul di hadapan kita. Saat itu, kita bisa lari meninggalkan godaan dan memperoleh penghargaan dari Tuhan, atau kita menyerah, dan menuai konsekuensi yang menyedihkan, lalu membuat alasan-alasan penyesalan. Kadang kita merasa Tuhan menuntun kita ke arah tertentu. Kita dapat memilih mengikuti Dia dan percaya bahwa Dia Mahatahu, atau kita dapat memberikan alasan yang mengada-ada dan hidup di dalam ketidaktaatan.

Kesalehan yang memberi hidup berkelimpahan jauh lebih baik daripada hidup yang penuh dengan alasan dan keputusasaan. Mari kita hidup dengan cara demikian sehingga kita tidak akan menyerah kepada keinginan untuk berkata, “Tetapi Tuhan…”

Allah tidak menuntut kesuksesan, hanya ketaatan.


Responses

  1. Dengan Hormat,

    Dengan ini, saya hendak berbagi info dan meminta saran.
    Saya tidak tahu harus ke mana untuk share tentang perihal ini:
    Please give me advice.
    Thanks a lot.

    “Perihal Pernikahan ala Kristiani”

    Apakah diperbolehkan pernikahan dilaksanakan tanpa kehadiran kedua belah mempelai?
    Saya mendapati paling tidak 1 kasus (yang saya tau PASTI) yang dilakukan oleh Pendeta Lukas Sumarno dari Gereja Sidang Jemaat Pentakosta, Malang bahwa beliau telah mengeluarkan kebijaksanaan atas pernikahan tanpa kehadiran kedua belah mempelai dan bahkan tanpa pemberkatan sama sekali atas nama Kristus Tuhan kita.
    Bukankah yang terpenting adalah dimana kedua mempelai di hadapan Pendeta sebagai wakil Kristus mengatakan (Matius 19:6) “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” ??

    Dan setelah teman saya coba mencari gereja nya, sangatlah terperana melihat keadaan sebuah gereja yang memang tidak layak disebut gereja, bukan karena bangunan namun lebih karena tanda adanya satu papan nama sama sekali.
    Silahkan Anda check.
    Dan yang pasti, silahkan check apakah gereja tersebut memenuhi persyaratan sebuah gereja dengan minimal jemaat (90 orang Jemaat tetap) dan paling tidak 60 orang yang setuju atas pendiriannya.
    Karena dari data yang saya dapati, masyarakat sekitar adalah kaum mayoritas (Islam) dan yang saya takuti, karena mereka hanya mengetahui tempat tersebut sebagai Persekutuan dan tidak sebagai gereja, sehingga akan menimbulkan masalah baru di kalangan kita kaum Christiani.

    Dan silahkan para saudara2 cross-check tentang Pendeta Lukas Sumarno karena yang saya sendiri dapati sangatlah mengejutkan ketika saya searching by google.
    “NILA SETITIK RUSAK LAH SUSU SEBELANGA”

    Jikalau perihal ini tersebar dan diketahui oleh pihak2 luar/ lain, akan berakibat besar bagi gereja-gereja lainnya di Malang baik di seluruh Indonesia.
    Dan kemungkinan akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain sebagai satu buah alasan lagi untuk menjatuhkan nama gereja dan para Umat Kristiani sendiri.

    Note:
    Bamag setempat telah berusaha melakukan koordinasi dengan Pendeta Lukas namun tidak ada tanggapan sama sekali bahkan tidak ada satu itikad baik sekalipun.
    Dan untuk yang terakhir kalinya sebelum Pendeta Lukas akan diperkarakan ke kantor Polisi dengan tuduhan telah melakukan Tindak Pemalsuan yang dikategorikan sbg Penipuan.
    Dan jikalau terjadi, hal ini merupakan kasus nya yang ke-2 (check by google and IF I AM NOT MISTAKEN).

    Mohon Pertimbangan dan Masukan para saudara2 sekalian.

    Saya berani bersaksi dan berSUMPAH bahwa yang saya infokan adalah benar 100% apa adanya.

    Hormat saya,

    Gunawan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: