Posted by: Admin | December 23, 2008

Sejarah Gereja Bali


Sejarah Gereja Bali…..

Admin dengan sangat terpaksa menghapus artikel ini karena menimbulkan pro dan kontra…..

….. biarlah fakta yang telah ada diam menjadi rahasia kami…..

….. demi kerukunan bersama, mengalah menjadi jalan yang terbaik, mengalah bukan berarti kalah…. seperti Yesus telah di salib mati… namun tidak mati….

Dia tidak dikenal namun terkenal…..

………………..


Responses

  1. Maaf! saya bangga terlahir Hindu> Agama Nenek Moyang Kami orang-orang Bali. Untuk krama Bali tolong lihatlah leluhur Anda.! Bagaimana orang-orang Bali masuk kristen:saya ndk perlu ungkapkan krna semua orang Bali taw propaganda misionaris. lihatlah peradaban kita orang-orang timur., orang-orang nusantara,kita ini pewaris atlantis:mnegara para orang-orang bhakta hindu. janganlah pernah meninggalkan ajaran leluhurmu….! tolong hargai kami! kami cinta damai! orang Bali dihasut dan diadu…! tolonglah!!! semoga Hyang Widhi melindungi leluhur orang Bali,.. lihat bagaimana Raja Buleleng Panji Tisna ddiaben meski sudah kristen, arwahnya minta diaben karena keluarganya menderita..! Hindu itu agama Sanata Dharma! tiada ada awal dan tiada ada akhir! tiada ada yang membawa dan mengalir ke semua aliran sungai kehidupan umat manusia.. ! Tolonglah Bali Cinta Damai….! terima kasih

    • Betul sdr/sdri Made Genitri,

      Kita memang harus bangga dengan agama kita masing-masing, namun ijinkan saya untuk mengklarifikasi menurut versi saya bahwa agama Hindu bukanlah agama nenek moyang kita orang bali, dia sama dengan agama-agama lainnya hanya faktor kebetulan Agama Hindulah yang pertama kali menyebar di Indonesia termasuk juga Bali.

      Kalau anda keberatan dengan historis di atas, biarkanlah dia menjadi faktor sejarah yang telah terjadi sebagai bahan perbandingan masa dulu terhadap masa sekarang yang sangat memberikan kebebasan memeluk agama, termasuk kebebasan anda memeluk agama Hindu.

      Mungkin, klarifikasi ini mencerahkan kita semua!

      Salam Damai

      I Gusti Bagus Rai Utama

  2. Om Svastyastu..

    Pak Gusti yang terhormat,

    Memang kita harus bangga dengan agama yang kita anut masing masing dan kita amalkan dalam kehidupan sehari hari…

    Dari rasa cinta kita kepada Tuhan yang kita percayai akan ada kreasi mengolah rasa kita sehingga lahirlah kebudayaan yang di jiwai oleh agama yang kita anut masing masing…terkadang orang awam susah membedakan masalah ini.

    Ada suatu yang ingin saya tanyakan kepada Bapak…Apakah penggunaan atribut – atribut yang selama ini biasanya di pakai oleh Umat lain pada bangunan tempat ibadah maupun rumah spt penjor,tamyang,canang, sekarang digunakan juga pada tempat suci bapak ada maknanya menurut paham yang bapak anut…? memang semua itu tidak ada hak paten tetapi ini sering saya temui dan bahkan banyak yang menanyakannya.

    Alangkah bijaknya andai bapak mau berbagi mengenai hal tersebut sehingga saya juga dapat memberikan informasi yang benar kepada rekan saya andai kata dilain waktu mereka menanyakan hal seperti itu

    Sekian terimakasih

    Om Çanti Çanti Çanti Om

    • Kepada Yth. Bapak Seni Arsana

      Hal: Pertanyaan seputar Atribut agama

      Pertama-tama, saya ingin menyampaikan dengan sejujurnya bahwa saya sebenarnya tidak kompeten untuk menjawab pertanyaan bapak, namun saya akan memberikan beberapa ilustrasi untuk dapat kita pahami bersama.

      Saya bukan sarjana agama atau budaya, namun selama saya mengenyam pendidikan pariwisata saat saya di belanda dan sekarang di Unud (S3), pada matakuliah budaya banyak sekali disinggung mengenai simbol2, atribut2, dan manifestasi budaya dalam kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya menimbulkan lahirnya perbedaan buadaya antara satu daerah dengan daerah yang lainnya di belahan bumi ini. sebenarnya kalau kita melihat akar mula dari sebuah agama, ada 5 kelompok agama besar di dunia ini, namun ada ratusan budaya yang berbeda di dunia ini, kenapa? itu juga menjadi pertanyaan saya.

      Saya tidak mau (bukan tidak bisa atau tidak tahu samasekali) agar tidak salah, saya akan mengambil contoh pada agama yang saya anut sekarang ini (sebut saja kristen)

      Kristen itu dari mana asalnya? tentu saja bukan dari eropa tetapi dari tanah Palestina/Israel sekarang, namun dalam perkembangannya atribut-atribut timur tengah nyaris tidak nampak pada agama kristen, yang nampak justru atribut budaya eropa, semisal pohon natal, salju, santa clause (satu katapun tidak ada dalam Alkitab).

      Atribut boleh saja berkembang dan berbeda yang pada akhirnya akan memperkaya sebuah agama yang selanjutnya disebut kontekstualisasi (sebut saja desa kala patra misalnya) namun value atau nilai hakiki dari sebuah agama tidak akan hilang.

      Pada konteks Kristen, adopsi nilai lokal seperti atribut sebenarnya masih terdapat pro dan kontra, saya sendiri berada pada kelompok pro (berpihak pada adopsi budaya lokal) sedangkan kelompok yang kontra entah apa namanya… menurut saya harusnya kontekstual juga.

      Dalam aksiologi dan adopsi atribut, biasanya kami juga tidak sembarangan karena kami juga memiliki pemahaman yang mungkin akan berbenturan dengan inti pengajaran kristen.

      Dalam prakteknya, memang sangat sulit membedakan mana yang termasuk atribut agama, dan mana atribut budaya, sama halnya dengan penggunaan pohon natal pada perayaan kelahiran Yesus.

      Contoh yang lainnya, sosok Yesus digambarkan sebagai seorang laki-laki bule tampan kurus dan beramput panjang, tidak pernah dicatat atau tercatat di Alkitab, bagaimana wajah Yesus yang sebenarnya, artinya seperti itu hayalan orang eropa tentang sosok Yesus itu. Sosok Yesus itu menjadi atribut kristen saat ini, sekarang apakah orang yang menganut kristen akan marah jika ada manusia lain yang meniru style atau penampilan Yesus tersebut? jika ya, alangkah koyolnya orang-orang kristen tersebut?

      Bagi saya, sebuah agama merupakan kulit luar dari sebuah value, agama hanya mengitari value yang telah ada (Baca buku Hofstede), tidak ada seorangpun didunia ini dilahirkan dengan membaya identitas agama.

      Sudah pasti setiap orang yang dilahirkan didunia ini lahir dengan identitas budaya (suku/tribe), misalnya saya dilahirkan di keluarga suku Bali, dan suku Bali akan tetap melekat pada diri saya sampai akhir hayat nanti, dan tidak akan pernah saya akan menjadi suku jawa.

      Ada pertanyaan yang dapat kita pakai untuk membedakan mana wilayah agama dan mana wilayah budaya.

      Saya mengambil contoh di kristen saja. apakah orang yang berkumpul di sebuah bangunan yang bermenara tinggi di India mengaku dengan sadar bahwa tuhannya adalah Yesus? jika ya, kita sebut mereka kristen. apakah orang yang berkumpul di sebuah bangunan besar yang mungkin mirip sebuah gereja tidak mengakui Yesus sebagai Tuhannya? jika ya, pasti mereka bukan kristen walapun mereka berkumpul di sebuah bangunan yang miirip gereja. Kenapa mereka yang tidak kristen bisa berkumpul/sembahyang di sebuah bangunan yang mirip gereja, kenapa tidak bisa? kalau memang demikian budaya arsitektur mereka, misalnya!.

      ada perdebatan yang hampir sama pada beberapa agama di dunia ini, misalnya:

      Menurut saya:
      apakah kristenisasi sama dengan westernisasi? tentu saja tidak!
      apakah hinduisasi sama dengan indianisasi atau balinisasi? tentu saja tidak!
      apakah islamisasi sama dengan arabisasi?, tentu saja tidak!
      apakah budisasi sama dengan cinanisasi? tentu saja tidak!

      atau
      apakah orang eropa harus kristen?, tentu saja tidak, fakta banyak orang eropa yang manganut islam, hindu, dan buda.
      apakah orang bali harus hindu?, tentu saja tidak.
      apakah hindu milik orang bali atau bali milik hindu? tentu saja tidak.

      Semua agama yang ada di Indonesia saat ini adalah ajaran orang asing (india, timur tengah, arab), mungkin lebih tepat kita harus membaca sejarah dunia dan indonesia lagi.

      Semoga pendapat saya yang kurang bermakna inii, dapat memperkaya pemahaman kita semua.

      Salam Damai

      I Gusti Bagus Rai Utama, SE., MMA., M.A.I.L.T.S.

  3. Komentar2 Bung Admin sangat bagus…bolehkah saya minta tolong di-emailkan artikel yang Bapak hapus ini? Saya penasaran untuk menyimak perkembangan kekristenan di Bali. Salam kenal dari saya, http://mdc-semarang.blogspot.com Tuhan berkati!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: