Renungan: Syarat menerima Berkat Tuhan?

Berkat Tuhan

Mazmur 133:1
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 16; Matius 16; Kejadian 31-32

Mazmur 133 adalah mazmur yang indah dan berisi banyak hikmat. Mazmur ini berkata bahwa Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya bilamana kita hidup rukun bersama. Tuhan Yesus, pada akhir hidupnya, berdoa agar kita – semua orang yang percaya – dapat bersatu. Hidup dalam kerukunan atau kedamaian merupakan syarat yang penting untuk menerima dan menikmati berkat Tuhan. Mengapa?

Orang yang tidak dapat hidup rukun dengan sesamanya tidak mugkin dapat hidup rukun dengan Tuhan. Bila hidup kita dengan sesama dipenuhi dengan konflik, maka hati kita akan penuh dengan luka dan kepahitan yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan. Surat Petrus berkata bahwa ketidakrukunan antara suami dan istri dapat menjadi penghalang doa. Tuhan Yesus juga memerintahkan agar kita terlebih dahulu membereskan hubungan kita dengan sesama sebelum kita datang kepada-Nya untuk memberikan persembahan kita.

Kerukunan menghasilkan kebahagiaan. Ini adalah berkat Tuhan yang terbesar dalam hidup sebab setiap orang ingin berbahagia. Bila kita ingin berbahagia, kita harus belajar untuk hidup rukun dengan sesama. Yesus, Raja Damai itu, ingin bersemayam di dalam hati yang dipenuhi dengan kedamaian.

Pintu berkat Tuhan akan terbuka ketika Anda hidup dalam kerukunan.

Sumber : 365 Perjalanan Bersama Tuhan, Jeanne Handojo

Renungan Harian: Peace Maker atau Trouble Maker?

Renungan Harian: Peace Maker

Matius 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 7; Matius 7; Kejadian 13-14

Konflik tentu sudah tidak asing lagi dalam dunia kerja. Keberadaan konflik ini memang akan sangat mengganggu terutama dalam bagian yang membutuhkan kerjasama di antara para karyawannya. Seringkali konflik timbul karena di tempat kita bekerja terdapat orang yang cenderung sebagai pembawa masalah. “Trouble Maker” ini tidak berarti orang tersebut yang membuat masalah dengan orang lain ataupun mencari gara-gara, tetapi lebih menjurus pada pribadi yang mendorong terjadinya kondisi konflik.

“Pengadu” inilah istilah yang lazim digunakan bagi mereka. Selain memiliki kecenderungan untuk menceritakan semua masalah pada setiap orang, dan apa yang dikatakannya itu seringkali mendatangkan konflik di antara orang-orang di sekitarnya. Mungkin apa yang diceritakan bukanlah dusta dan benar adanya, tetapi “Pengadu” ini memanfaatkan hal ini untuk menunjukkan keburukan atau kesalahan orang lain dan menempatkan dirinya di posisi yang lebih baik dan atau meninggalkan kesan baik tentang dirinya.

Tanpa sadar seringkali orang percaya yang katanya memiliki nilai-nilai yang lebih baik, terjerumus dalam perkara seperti ini. Kita sering menceritakan mengenai keburukan-keburukan orang lain, bahkan membocorkan rahasia dan kesalahan rekan kerja kita. Bukan berarti kita harus selalu tutup mulut, tetapi kita harus menguji alasan kita melakukan “pengaduan” ini. Untuk meninggikan diri? Untuk menjelekkan posisi orang lain? Atau memang untuk alasan yang benar dan sangat perlu untuk dilakukan. Profesional, bukankah kita dipanggil menjadi pembawa damai?

Kasih menutupi banyak pelanggaran.

Apa benar saya lebih hebat dari mereka? apa benar saya lebih beriman dari mereka? apa benar saya lebih pintar dari mereka?

Karunia Berpikir
Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 6; Matius 6; Kejadian 11-12

Dalam beberapa hal manusia tidak lebih unggul daripada binatang. Saya telah menyaksikan pria-pria yang luar biasa kuatnya, tapi belum pernah ada manusia yang “sekuat lembu jantan”. Manusia mampu berlari 100 meter dalam waktu kurang dari 10 detik, tapi itu tidak ada artinya dibandingkan kecepatan lari seekor cheetah. Ada orang-orang yang sangat pandai untuk menentukan arah, meskipun begitu mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana burung layang-layang yang bermigrasi selalu dapat kembali ke tempat yang sama setiap tahunnya.

Memang beberapa jenis binatang benar-benar pandai. Namun, tak satu pun dari mereka dapat berpikir seperti kita. Tak satu binatang pun dapat mengembangkan masyarakat yang menakjubkan, dengan segenap kemajuan di bidang medis dan teknologi.

Kemampuan unik manusia untuk berpikir memungkinkan mereka untuk berpikir tentang Allah dan kekekalan. Seorang penyair Amerika terkenal, Walt Whitman, merasa terganggu dengan hal itu. Ia mengaku sering kali merasa iri pada ternak yang merumput sepuasnya di padang rumput, sebab mereka tak pernah khawatir dan memikirkan hal-hal yang menyusahkan.

Sebagai orang kristiani, kita tahu bahwa kemampuan berpikir merupakan karunia Allah. Namun sayang, karena pikiran tersebut kita pikir orang lain lebih bodoh, lebih tidak tahu, lebih jelek, dsb…..
Karena pikiran tersebut, kita sering menyalahgunakannya dengan cara mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang cabul, kotor, dan buruk. Itu sebabnya Paulus meminta kita untuk merenungkan semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, bijak, patut dipuji, dan sedap didengar (Filipi 4:8).
Apa benar saya lebih hebat dari mereka? apa benar saya lebih beriman dari mereka? apa benar saya lebih pintar dari mereka?

Tuhan, bantulah kami untuk mendisiplin pikiran – Herb Vander Lugt

Karakter yang saleh dibentuk oleh pikiran yang kudus.

Renungan: Mengisi Kehampaan! Caranya?

Mengisi Kehampaan

Mazmur 62:11
Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat kepadanya.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 3; Matius 3; Kejadian 5-6

“Tak ada sesuatu pun yang dapat diambil dari rumah ini,” kata seorang pencuri yang merasa membuang waktu di suatu tempat yang dimasukinya. Laporan berita menyatakan bahwa pencuri itu menyusup ke sebuah rumah dan mengancam penghuninya dengan pisau sambil mencari-cari uang. Ia menggeledah rumah itu, tetapi ia hanya menemukan uang 3 dolar di suatu tempat, 5 dolar di dompet, dan perhiasan murahan.

Pencuri itu menyimpulkan bahwa pemilik rumah itu ternyata tidak lebih dari dirinya, lalu ia mengembalikan uang 8 dolar yang tadi akan diambilnya. “Saya pikir ia merasa jijik,” kata korban yang berusia 32 tahun itu. “Ia tidak percaya bahwa hanya itu uang yang saya miliki.” Mungkin kita akan tersenyum geli mendengar kisah pencuri yang malang itu. Namun ternyata kita sering mengalami hal serupa, ketika kita mencoba mengambil sesuatu yang tak pernah diberikan Allah kepada kita. Menuruti dorongan untuk iri hati, berzinah, mencuri (Mazmur 62:11), atau hanya sekadar bersikap keras kepala, akan lebih banyak mendatangkan masalah ketimbang keuntungan.

Daud, sang pemazmur, banyak belajar dari pengalamannya yang berat mengenai hal ini. Ketika ia berzinah dengan istri Uria, ia mendapatkan lebih banyak masalah dari-pada kesenangan yang didambakannya (2 Samuel 11-12). Bapa, tolong kami untuk melihat bahwa tak ada gunanya mengambil sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada kami. Tolong kami untuk tidak menyia-nyiakan hidup kami dengan mengejar hal-hal yang membuat kami jauh dari Engkau dan menjadikan hidup ini hampa.

Dosa selalu mendatangkan masalah.

RENUNGAN: AKHIRNYA, TAHUN 2011 BERAKHIR HARI INI…..!

Ternyata Sudah Pagi…..SELAMAT PAGI SEMUANYA!

RENUNGAN: AKHIRNYA, TAHUN 2011 BERAKHIR HARI INI…..!

Matius 19:17
Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

Tahun 2011 hampir berakhir. Menjelang penghujung tahun ini, hal baik apa yang perlu kita lakukan agar 365 hari yang segera berlalu akan meninggalkan kesan penuh makna dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyongsong tahun depan?

Sekarang adalah waktunya untuk mulai mendokumentasikan apa saja yang menurut Anda perlu disimpan sebagai file “bersejarah” dan berharga bagi perjalanan hidup Anda selama tahun ini. Seperti rekaman momen berkesan berupa file foto atau film, piagam penghargaan, dokumen transaksi penting dan sebagainya.

Satu hal yang terdengar klise namun sangat penting bagi perjalanan hidup kita di dunia kerja, yaitu membuat resolusi. Susunlah goals yang hendak Anda raih di tahun depan. Buatlah daftar tentang hal-hal lama yang ingin Anda tinggalkan dan hal-hal baru yang ingin Anda lakukan. Jika Anda dapat menuliskannya dengan jelas, Anda akan memiliki panduan jelas untuk melakukannya.

Jika semuanya sudah selesai, kini waktunya untuk rileks sejenak. Apapun hasil yang kita raih di tahun ini, kita perlu istirahat untuk mempersiapkan diri agar menjadi lebih baik di tahun depan. Ambillah masa tenang untuk menjernihkan pikiran, siapkan diri menyambut peluang baru yang terbentang di tahun mendatang.

Lupakan kesalahan yang telah Anda buat, tapi jangan penah melupakan pelajaran berharga yang pernah Anda peroleh.

“Renungan: kesuksesan atau ketaatan”" Tetapi Tuhan…

“Renungan: kesuksesan atau ketaatan”" Tetapi Tuhan…

Posted: 28 Dec 2011 05:00 AM PST

Kejadian 39:12
Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

Bagaimana jika seandainya Yusuf menyerah pada godaan istri Potifar? (Kejadian 39). Bayangkan bahwa sebenarnya ia dapat membenarkan dosanya. “Tapi Tuhan, Engkau tentu tak ingin saya tidak bahagia, dan Engkau tahu betapa kesepiannya saya di sini. Lagi pula, saya pikir saya sungguh mencintainya.”

Bagaimana jika seandainya Abram tidak taat saat Allah menyuruhnya meninggalkan Ur dan pergi ke daerah yang tak dikenal? (Kejadian 12). Bagaimana jika seandainya ia berkata, “Tapi Tuhan, saya sudah mantap di sini. Saya tidak dapat mengambil risiko untuk sebuah masa depan yang tak pasti. Saya harus menjaga Sarai. Saya tidak mau pergi.”

Terpujilah Allah karena Yusuf dan Abram melakukan hal yang benar. Yusuf kabur dari godaan; ia lari dari dosa. Abram meninggalkan Ur; berkelana dengan penuh ketaatan.

Dalam hidup, kita menghadapi dua macam pilihan. Kadang godaan muncul di hadapan kita. Saat itu, kita bisa lari meninggalkan godaan dan memperoleh penghargaan dari Tuhan, atau kita menyerah, dan menuai konsekuensi yang menyedihkan, lalu membuat alasan-alasan penyesalan. Kadang kita merasa Tuhan menuntun kita ke arah tertentu. Kita dapat memilih mengikuti Dia dan percaya bahwa Dia Mahatahu, atau kita dapat memberikan alasan yang mengada-ada dan hidup di dalam ketidaktaatan.

Kesalehan yang memberi hidup berkelimpahan jauh lebih baik daripada hidup yang penuh dengan alasan dan keputusasaan. Mari kita hidup dengan cara demikian sehingga kita tidak akan menyerah kepada keinginan untuk berkata, “Tetapi Tuhan…”

Allah tidak menuntut kesuksesan, hanya ketaatan.

Wajib diketahui: The world of number

6, 9 milyar penduduk dunia,

33,25% Kristen, 22,43% Islam, 13,78% Hindu, 7,13% Budha 0,36% Sikh, 0.21% Yahudi, 0,11% Bahai, 11,17% agama lainnya, 9,42 aliran kepercayaan, dan 2,04 tidak percaya adanya Tuhan.

setengah populasi dunia hidup di bawah 2,5 Dollar US per hari.

23% atau 1,5 milyar penduduk dunia sangat miskin.

22.000 anak meninggal tiap hari karena kemiskinan

790 juta orang di negara berkembang masih kekurangan gizi

2,6 milyar penduduk dunia tidak memiliki sarana kebersihan dasar

40% penduduk termiskin menghasilkan 5% pendapatan dunia, 20% penduduk terkaya menghasilkan 75% dari seluruh pendapatan dunia.

terdapat 16.597 people group di dunia,  6,916 belum terjangkau.

41% dari populasi dunia belum terjangkau.

terdapat 6.900 bahasa di dunia.

498 bahasa memiliki Alkitab lengkap, sisanya tidak punya.

294 juta orang belum memilki akses untuk mendengar/mendapatkan Injil.

107.856 orang meninggal tiap hari tanpa mengenal Kristus.

 

Sumber: Majalah GO! Inspired Mission Living, 2011

Renungan: Kebaikan Yang Tak Terlihat

Kebaikan Yang Tak Terlihat

 

Amsal 11:27
Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Suatu sore seorang suami yang sedang duduk santai di rumahnya sambil membaca koran, dikejutkan oleh istrinya yang tiba-tiba masuk setelah pulang dari pusat kota. Segera sang istri berkata pada suaminya, “Sayang, bagaimana jika kita menukarkan mobil kita dengan sebuah minibus Mazda?” “Hmmmh,” gumam suaminya itu. “Tapi mobil minibus sangat bagus dan sesuai dengan keperluan kita,” timpal istrinya lagi. Si suami dengan tak sabar berkata, “Mazda tidak membuat minibus.” Ia mengatakannya karena memang selama ini merasa ia tidak pernah melihat minibus dengan merk Mazda. “Tapi Mazda memang mengeluarkan minibus, dan saya sangat menyukainya.”

Akhirnya mereka memutuskan pergi ke pusat kota untuk melihat mobil yang dimaksud, selama di perjalanan mereka tidak kurang dari enam buah mobil minibus Mazda berpapasan dengan mobil mereka, dan setiap kali juga dengan senyum kemenangan si istri selalu menunjukkan bahwa Mazda memang membuat minibus.

Sama dengan kita, sebenarnya dalam rekan kerja kita banyak sekali hal baik yang bisa memberikan pandangan positif mengenai lingkungan kerja kita di dalam segala aspeknya. Jika kita sungguh-sungguh mencarinya dengan seksama barulah kita sadari kebaikan bertaburan di segala tempat. Sebagai contoh misalnya kebaikan rekan-rekan kita ada di mana-mana, tapi karena sikap acuh dan karena tidak mencarinya yang kadang menyebabkan kita tidak melihatnya bahkan cenderung tidak puas terhadap rekan-rekan kerja.

Jadi, mulailah mencari mutiara-mutiara kebaikan dari rekan-rekan kita, hal ini akan menambahkan keindahan pada hari-hari kerja yang kita lalui.

Tuhan mengirimkan kebaikan setiap hari, temukanlah kebaikan tersebut di sekitar Anda.

Renungan: Ketaatan vs Kemampuan

Ketaatan vs Kemampuan

Posted: 07 Dec 2011 07:30 AM PST

Yosua 6:10
Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! –maka kamu harus bersorak.”

Kita mengenal istilah SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat). Bila kita yakin dengan kekuatan kita dan kesempatan ada di depan mata, tentunya kesempatan itu tidak boleh kita lepaskan dan akan kita raih sesegera mungkin.

Bangsa Israel baru saja mengalami peristiwa luar biasa menggemparkan dan membuat bangsa-bangsa lain gemetar. Sungai Yordan terbelah ‘hanya’ untuk mereka lalui. Pengalaman mengalami mukjizat itu adalah modal ‘kekuatan’ yang luar biasa! Langkah selanjutnya adalah menaklukkan Yerikho. Pasti berhasil. Apalagi, Allah-lah yang memberikan janji. Tidak ada kelemahan dan ancaman, yang ada hanya kekuatan dan kesempatan. Tapi aneh sekali, dengan kepastian kemenangan yang di depan mata, mereka dilarang langsung menyerang. Mereka hanya boleh mengelilingi tembok kota Yerikho, itupun hanya satu kali sehari. Mereka hanya boleh menyerang setelah Yosua memerintahkannya. Semuanya harus sesuai cara Allah.

Sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita sangat yakin dengan kekuatan kita, kita tidak sabar meraih kesempatan dan takut bila kesempatan itu hilang. Bukankah ada pepatah “kesempatan emas datang hanya sekali?” Tapi kita perlu belajar: ketaatan terhadap cara Tuhan-lah yang menjamin.

Taat pada Tuhan merupakan kunci sukses Anda!

Sponsor Blog ini: Incoming search terms for e-Compusoft, Media Belajar Bahasa Inggris Online : http://e-compusoft.org/?reg=leaderbali atau http://tinyurl.com/7pzkm7d

Renungan: Kuatir No Way..!

Kuatir No Way..!

Matius 6:25
Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Ada sebuah peringatan yang perlu diulang-ulang, yaitu “Kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan” serta keinginan akan hal-hal yang lain, akan mengimpit kehidupan Allah di dalam kita (Matius 13:22). Kita tidak pernah bebas dari gelombang penyerbuan yang datang bertubi-tubi ini. Jika serangan garis depannya bukan mengenai sandang pangan, maka itu mungkin mengenai uang atau kekurangan uang; tentang teman atau tidak adanya teman; atau tentang keadaan yang sulit. Ini merupakan serbuan gencar, dan hal-hal ini akan melanda bagaikan banjir, kecuali kita mengizinkan Roh Allah mengangkat panji dan melawannya.

“Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir tentang hidupmu…” Tuhan berkata agar kita berhati-hati tentang satu hal, yaitu hubungan kita dengan Dia. Akan tetapi, akal sehat kita menjerit dan berkata, “Itu konyol, aku harus memperhatikan bagaimana aku akan hidup, dan aku harus memikirkan hidangan yang akan aku makan dan minum.” Yesus berkata, “Jangan.” Jangan sekali-kali berpikir bahwa Dia mengucapkan hal ini tanpa memahami situasi Anda. Yesus Kristus lebih mengetahui situasi kita ketimbang diri kita sendiri, dan Dia melarang kita memikirkan hal-hal ini jika ini akan merupakan perhatian utama dalam hidup kita. Jika ada urusan-urusan yang timbul dalam hidup Anda, pastikanlah bahwa Anda selalu menempatkan hubungan Anda dengan Kristus di atas semuanya itu.

“Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34). Berapa banyakkah kesusahan yang telah mulai mengancam Anda hari ini? Roh-roh jahat macam apakah yang telah mulai mengintai hidup Anda sambil berujar, “Apakah rencanamu untuk bulan depan?” Yesus mengatakan agar kita tidak usaha cemas akan semua hal ini. Lihatlah lagi dan berpikirlah. Arahkan pikiran Anda kepada janji ‘terlebih lagi’ dari Bapa surgawi Anda (Matius 6:30).

Kekuatiran tidak akan membawa anda keluar dari masalah.

Sumber : Pengabdianku Untuk Kemulian-Nya, Oswald Chambers
Dipersembahkan oleh: http://e-compusoft.org/?reg=leaderbali

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,438 other followers